Friday, February 6, 2009

Demi Keberuntungan

Bocah memblo-memblo atau berbedak tebal dipersiapkan untuk tampil di festival Shehuo di Xining, Provinsi Qinghai, Tiongkok, kemarin (6/2). Dia bersama anak-anak lain, yang juga berbedak tebal dan berkostum meriah, akan diarak keliling kampung. Begitulah cara warga berharap keberuntungan di tahun ini. Tak jelas, kenapa untuk menyambut sang keberuntungan saja harus berbedak sangat tebal. Karena sang keberuntungan memihak pabrik bedak?

Labels:

Tuesday, February 3, 2009

Pelukan Gratis

Di area World Social Forum (WSF) di Belem, Brazil, (31/1) ada perempuan menyediakan diri untuk memeluk gratis. WSF yang diikuti "wakil" kaum pinggiran, merupakan tandingan pertemuan para elite World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Diyakini, bagi si miskin, untuk mendapat pelukan tulus bisa sesulit "maksud hati memeluk gunung". Di Belem, maksud hati memeluk yang itu kesampaian.

Labels:

Monday, February 2, 2009

Kapak Tertua dari Malaysia

Malaysia punya kebanggaan baru. Saidin, direktur pusat Riset Arkeologi Malaysia, menunjukkan kapak purba dalam jumpa pers di Pulau Penang, Kamis (29/1). Dia menyebut, itulah alat buatan manusia prasejarah tertua di dunia. Usianya 1,8 juta tahun. Bila benar, berarti di zaman itu Malaysia sudah dihuni manusia. Perlukah kita ikut menyelidiki, siapa tahu itu alat TKI zaman purba?

Labels:

Tuesday, December 30, 2008

Kacamata untuk Si Pelupa

Kelak meja imigrasi di banyak negara mungkin akan meniru standar seperti yang kini diterapkan di Stasiun Guangzhou, Tiongkok. Selain bolpoin, petugas di sana juga menyediakan kacamata baca bagi penumpang yang hendak pergi ke Hongkong. Ini untuk membantu warga senior yang lupa tidak membawa kacamata, sehingga mereka bisa mengisi formulir imigrasi dengan benar. Sebuah tali mengikat barang itu agar tak terbawa penumpang. Sayang, seperti terlihat pada foto, salah satu sisi kaca itu lepas, sehingga untuk memakainya orang harus memicingkan salah satu matanya.

Labels:

Monday, December 29, 2008

Nisan Mewah Tetap Laris

Pemahat Paul Russo dari Newport, Rhode Island, mengukir nama si mati pada batu nisan mewah. Dia bekerja di penyedia nisan John Stevens Shop yang sudah berusia 300 tahun. Meskipun krisis ekonomi melanda, ternyata tetap melimpah pesanan batu nisan mewah bagi si kaya yang mati. Krisis dunia tak menjalar ke ''alam baka''...

Labels:

Saturday, December 27, 2008

Sinterklas Pejuang

Sinterklas di wilayah bergolak bisa mengirim ''hadiah Natal'' dalam bentuk lain. Sinterklas pejuang di Palestina ini protes terhadap Israel. Dia memprotes tembok pembatas Israel, yang mencaplok wilayah Palestina, di Billin, Tepi Barat, Jumat (26/12) lalu. Namanya juga protes, maka isi tali pelontar sang Sinterklas itu kali ini berupa butiran batu. Bukan permen.

Labels:

Wednesday, December 24, 2008

Badut Jadi Dokter

Dokter Badut sedang menghibur pasien di RS Heim Pal, Budapest, Senin (22/12). Yayasan Badut Hungaria untuk Anak-Anak Sakit adalah lembaga nirlaba yang ingin menggembirakan pasien kecil. Kegembiraan memang salah satu penyembuh ampuh. Dokter kita juga banyak yang bisa membuat pasien gembira, kecuali saat menulis tagihan.

Labels:

Sunday, December 21, 2008

Sindrom Sepatu Mr. Bush

Dunia boleh saja ingin melempari wajah George W. Bush dengan terompah. Tapi, Bush tetap mendapat tempat dalam sejarah kepresidenan di negerinya. Pada Jumat (19/12) lalu, dia dan istrinya, Laura, meresmikan lukisan potret dirinya di Potrait Gallery di Washington D.C. Dalam foto, Bush sedang memandang lukisan dirinya ke arah... sepatu! Padahal jelas-jelas sepatu itu tak salah tempat, misalnya, di wajah.

Labels:

Friday, December 19, 2008

Foto Kebiadaban Korban Kanibal !!!

Kanibalisme merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya. Misalkan anjing yang makan anjing atau manusia yang makan manusia. Kadang-kadang fenomena ini disebut anthropophagus (Bahasa Yunani anthrôpos, “manusia” dan phagein, “makan”). Secara etimologis kata “kanibal” merupakan kata pungutan dari Bahasa Belanda yang pada gilirannya memungut dari Bahasa Spanyol (entah lewat bahasa apa); “canibal” yang berarti orang dari Karibia. Di daerah ini oleh penj(el)ajah ditemukan fenomena ini.

Selain di Karibia, di Amerika hal ini pada jaman dahulu kala banyak terjadi pula, misalnya di antara suku Anasazi, Bangsa Maya dan Aztek. Selain itu di Asia-Pasifik, kanibalisme juga pernah ditemukan. Antara lain di antara suku Batak di Sumatra Utara, suku Dayak di Kalimantan, suku Asmat di Papua, beberapa suku lainnya di Papua Barat maupun Timur, Fiji dan daerah Melanesia lainnya. Di Papua Nugini di antara suku Fore, kanibalisme menimbulkan penyakit kuru.

Ada beberapa petunjuk bahwa kanibalisme secara ritual juga pernah muncul di pulau Jawa, Bali dan Sulawesi. Jadi secara praktis hampir di seluruh Indonesia.

Pada jaman modern, kanibalisme secara insidentil pernah muncul di Amerika Serikat, pada kasus Ekspedisi Donner, Ukraina pada tahun 1930-an, di Leningrad pada Perang Dunia II dan di Andes ketika ada kecelakaan pesawat terbang pada tahun 1972. Kasus terakhir ini pernah dibuatkan film Alive pada tahun 1992.

Kasus-kasus di atas ini merupakan kasus insidentil dengan kata lain, fenomena ini muncul karena mereka yang terlibat kanibalisme kehabisan bahan makanan. Lain halnya dengan kematian putra jutawan Rockefeller di Irian Barat atau Papua pada tahun 1965 di antara suku Asmat dan kasus-kasus kelainan jiwa di seantero dunia yang dibahas di bawah ini.



Peringatan:
Harap segera urungkan niat anda untuk melihat foto di bawah ini …





Pasti akan terbawa mimpi saat anda tidur …






Jangan salahkan saya! Karena anda sudah diperingatkan sebelumnya …





Harap urungkan niat anda …






Masih ada bercak merah-merah …





Yakin mau lihat …





Terserah anda lah …



SEREMMMMM BANGET KANNN...

Labels:

Si Meong Jadi Menu Resto

GUANGDONG - Restoran-restoran di Guangdong, Tiongkok, beberapa minggu belakangan rajin menyajikan menu baru berupa aneka olahan daging kucing. Tak ayal, hati puluhan aktivis penyayang binatang yang menganggap si meong bagai anaknya itu teriris-iris pilu. Mereka berbondong-bondong mendatangi kantor pemerintahan setempat, menuntut agar gubernur menerbitkan peraturan larangan penyajian daging kucing di restoran.

''Kami sangat marah! Kucing-kucing itu dikuliti dan dimasak hidup-hidup. Kami terpanggil untuk membetulkan perilaku tak beradab ini,'' kata Wang Hongyao, salah seorang pemrotes, kepada Associated Press.


Harian lokal Chengdu Business melansir, setidaknya lima ribu kucing per hari dipasok dari Provinsi Nanjing. Itu pun diprediksi belum cukup memenuhi kebutuhan penduduk lokal yang menghabiskan sekitar sepuluh ribu kucing per hari.

Selain di Tiongkok tak ada undang-undang perlindungan binatang, Guangdong mayoritas dihuni oleh orang Kanton yang terkenal sebagai pemakan segala. Sampai-sampai ada guyonan yang menyebutkan, ''Orang Kanton memakan segala yang terbang kecuali pesawat dan apa pun yang berkaki kecuali kursi.''

Labels:

Thursday, December 18, 2008

Pengakuan Dosa

Dennis Baltimore Jr kena batunya. Gara-gara mencorat-coretkan grafiti di tembok sekolah, remaja 16 tahun ini diskors dari sekolahnya, SMU Wilson. Saat libur Natal dia juga harus membersihkan sekolah. Bahkan, dia harus berdiri di perempatan jalan berkalung papan ''pengakuan dosa'' pada Selasa (16/12). Saya menyia-nyiakan pajak Anda dengan tindakan bodoh berupa vandalisme di sekolah umum. Sisi satunya bertuliskan: Saya anak nakal yang harus dihukum. Ayahnya, yang memandangi, mendukung sanksi ini agar anaknya lebih bertanggung jawab. Selain itu, dengan begini anaknya terhindar dari bui. Lebih baik turun gengsi daripada jadi Bang Napi.

Labels: